Friday, August 28, 2020

Bumbu rujak ayam

 Bahan :

1 ekor ayam digoreng setengah matang

Tempe goreng

Bumbu yang dihaluskan :

2 siung bawang putih

10 cabe merah besar

3 bt kemiri

1/2 sdt terasi

Sedikit asam jawa

Garam

Gula

Cara membuat :

Tumis bumbu yg sudah dihaluskan dengan sedikit minyak, sampai harum

Masukkan ayam dan tempe goreng

Tambahkan santan cair, biarkan sampai sedikit mengental

Koreksi rasa

Siap dihidangkan. 






Wednesday, August 26, 2020

Keripik Kentang

 

Kupas kentang,  rendam dalam air

Iris tipis2, cuci sampai bersih.  Kira2 3-4 kali

Tiriskan

Beri 1/2 sdm garam,  aduk sampai rata

Biarkan 5-10 menit

Buang airnya. Taruh di saringan biar airnya menetes keluar. 

Panaskan minyak dengan api sedang

Goreng sampai kering. 

Siapkan tissue dapur,  letakkan keripik kentang diatasnya supaya minyak meresap. 

Keripik kentang bisa dinikmati dengan soto ayam. 





Monday, July 27, 2020

Bistik Lidah

Persiapan :
 1. Didihkan air,  masukkan lidah sapi
 2. Tunggu sampai mendidih,  buang airnya
 3. Didihkan air,  masukkan lagi lidah sapinya, tutup pancinya. Ulangi sampai 2x
4. Biarkan mendidih selama 7 menit.
 5. Biarkan panci tertutup selama 30 menit
 6. Masak lagi selama 5menit. Diamkan hingga dingin. 
 7. Angkat lidah sapi, kupas kulitnya, kmd potong tipis2

Bumbu yg digunakan :

Bawang merah/bawang bombay
Bawang putih
Tomat 5 biji
Pala
Lada
Garam
Gula
Saos tomat 0.5botol
1sdm kecap manis

Wortel dipotong panjang2

Cara membuat :
1. Iris bawang merah dan bawang putih,  lalu goreng terpisah
Kl menggunakan bawang bombay,  tumis bawang bombay dan bawang putih menggunakan margarine.  Setelah itu haluskan dng juicer. Langsung ke langkah4.
2. Haluskan bawang merah dan bawang putih goreng
3. Panaskan margarine,  masukkan bawang merah dan putih yg sdh dihaluskan
4. Masukkan lidah sapi yg sudah diiris tipis
5. Masukkan tomat yg sdh dipotong kecil2.
6. Tambahkan air kaldu, saos tomat,  garam,  lada, pala,  gula, kecap manis.  Koreksi rasa.
7. Masukkan wortel, kecilkan apinya,   tunggu sampai wortel empuk. 
8. Bistik lidah siap dihidangkan. 




Friday, July 17, 2020

Bika Ambon

Pingin nyoba resep bika ambon,  tapi takut gagal.  Hari ini aku memberanikan diri mencoba salah satu resep yg sering bersliweran di fb ku. 

Bahan biang :
 50 ml air hangat
  1 sdt fermipan
  1 sdt gula pasir
Didiamkan 15menit

Bahan santan :
1 bks kecil santan kara (70ml)
Ditambah air hingga jadi 250 ml
3 lbr daun jeruk
1 btg serai
Sedikit kunyit
Direbus dng api kecil sambil diaduk

Bahan tepung :
100 gr tepung tapioka
50 gr tepung terigu
80 gr gula pasir
Sedikit garam
2 bt telur
1 sdm mentega dicairkan

Cara membuat :

1.Tapioka,  terigu, gula pasir dan garam,  dicampur dng bahan biang dan setengah bagian santan.  Aduk hingga rata
2. Masukkan telur dan sisa santan. 
3. Masukkan mentega cair
4. Tutup adonan dengan kain,  biarkan selama 1-1.5 jam
5. Letakkan loyang atau tutup kaleng sebagai alas teflon,  shg teflon tidak langsung terkena api 
6. Panaskan teflon dng api kecil sampai panas, masukkan adonan.  Biarkan sampai adonan benar2 mengembang.  Tunggu sampai bagian atasnya kering. 
7. Tutup teflon kira2 5menit, bika ambon sudah bisa diangkat. 

Selamat mencoba





Thursday, July 9, 2020

Tugas ke 5


Menulis atau mengarang adalah pekerjaan yang paling sulit buat aku.  Dari sejak sd sampai tamat, pelajaran mengarang merupakan momok yang menakutkan. Padahal kalau disuruh ngerjain soal matematika yg rumit pasti duduk manis, tanpa banyak alasan,  dikerjakan sampai selesai.  

Nah pas di grup ada penawaran belajar menulis dan ngeblog itu asyik,  aku terpesona. Lebih tepatnya penasaran, asyiknya dimana ya. Ya uda daripada penasaran yuk kita ikut aja.

Setelah dua minggu berjalan,  ternyata belum juga kutemukan keasyikan di menulis.  Mungkin memang bukan talentaku disitu.  Harus kusadari bahwa setiap orang harus punya kekurangan,  biar tidak merasa paling pintar.  

Padahal Irai dan Maria adalah guru yang handal,  tidak bosan-bosannya mereka membimbing agar kami,  murid2nya bisa menulis dengan bagus.  Mereka sabar menghadapi murid yang bandelnya kayak aku.  Mengerjakan tugasnya mepet,  atau bahkan telat.  Maaf ya Irai dan Maria. 

Waktu yang 24 jam buat aku untuk menulis sesuatu itu berat banget. Mungkin kebanyakan iklan ya, belum lagi untuk mencari ide tulisan. Butuh waktu yang lebih untuk orang seperti aku yang baru berusaha untuk mencintai menulis.  Jadi sebenarnya bukan salah Irai menetapkan deadline yang mepet.

Ini adalah kesanku ikut grup menulis,  semoga grup ini makin berkembang dan menghasilkan penulis-penulis yang hebat. 

Ma kasih y Irai dan Maria buat bimbingannya selama kelas ini berlangsung. 

Wednesday, July 8, 2020

Edit review buku

Ada tugas lagi dari kak Irai untuk mengedit review buku yang dibuat oleh teman saya, mbak Anastasia.  Sebenarnya saya ini belum pantas untuk mengedit tulisan, karena saya sendiri masih baru belajar menulis.  Tapi karena ini tugas yg harus saya kerjakan,  saya coba saja.  Semoga tidak menjadi tambah kacau. 

Kita mulai dari alinea pertama

Untuk mereview satu buku sebaiknya kita gunakan bahasa Indonesia yang baku. Jadi kata nggak kita ganti dengan kata tidak. 
Setelah saya edit alinea ini menjadi seperti ini 

Cute dan seru! 

Itulah kesan pertama ketika mulai membaca buku ini.  Tidak pernah saya sangka kalau isi buku bertema kepenulisan, akan seringan dan semanis ini. Seolah-olah kita dibimbing untuk menjadi penulis yang handal oleh seorang gadis kecil yang riang dan pintar. 

Sedang untuk alinea ke 2, perlu diperhatikan juga tanda baca. Titik letaknya selalu diakhir kalimat. 


Untuk alinea ke 2 saya edit menjadi seperti di bawah ini

Kehangatan sebuah keluarga kecil menjadi bingkai yang mempesona. Cara menggali ide menulis yang tidak biasa, tidak terpikirkan oleh kita,  namun sangat layak untuk dicoba. Cara menulis yang baik dan benar, dengan beragam pernak-pernik kepenulisan lainnya. Bahkan cara menerbitkan sebuah buku dijelaskan secara detail dan lengkap, dengan cara yang sederhana dan memukau.

 
Sedang alinea berikutnya kesalahannya masih tetap, karena banyak menggunakan kata-kata yang tidak baku. 

Semoga editan saya ini,  selain sebagai saran untuk mbak Anastasia,  juga  bisa menambah wawasan saya dalam menulis. 

Ma kasih buat kak Irai yang sudah memberi kesempatan untuk mengedit ejaan dan tanda baca dalam penulisan. 
Untuk mbak Anastasia,  mohon maaf kalau editan saya masih banyak yang salah. 

Tuesday, July 7, 2020

Review Buku Masakan Populer Indonesia

Dapet tugas dari kak Irai untuk membuat review buku,  kebetulan pas banget harus mengirim masker donasi.  Bingung kan... 
Mana yang harus kukerjakan dulu.  Jadinya terpaksa tugas dari kak Irai aku tunda. 
Maaf y kak Irai

Sekarang masker sudah terkirim,  mulai menyelesaikan tugas2 yang kemarin belum aku kerjakan.  Mulai bongkar lemari buku,  ternyata tinggal buku masak dan buku craft aja. Pilih pilih buku,  akhirnya pilihan jatuh ke buku Masakan Populer Indonesia terbitan Femina. 

Aku inget buku ini aku beli pas masih baru menikah,  he... he... waktu jaman antah berantah,  pokoknya dahulu kala,  buku ini berjasa banget mengajariku memasak. Aku yang gak pernah ke dapur,  belajar dari buku ini sampai sekarang ya lumayan lah hasil masakannya. 

Buku ini memuat resep masakan dari masakan sederhana sampe masakan dengan bumbu yang lengkap. Juga ada resep kue dan pudding. Anak2 senang banget kalau aku buat pastel tutup,  resepnya tentu mengambil dari buku ini.  Lha wong aku dulu gak pernah ke dapur.  

Buku ini sangat berguna, terutama untuk yang belum pernah belajar memasak. Tentu menyenangkan bisa menyiapkan makanan special buat keluarga, di saat-saat special seperti ulang tahun bocah.  Oo mereka senang banget,  merasa berharga, padahal cuma membuat kue ulang tahun sederhana atau pun masak makanan yang mereka suka. 

Ayo yang merasa belum suka memasak,  segera beli buku masak.  Dicoba aja, ntar juga pasti pinter dan bonusnya anak2 makin sayang mamanya. 




Bukunya sampe hancur,  saking seringnya dibawa ke dapur

Bakso

  Bahan